Momen Lebaran selalu identik dengan hangatnya silaturahmi dan meja makan yang penuh cerita. Namun, di antara keriuhan sungkeman dan hidangan opor, tak jarang muncul percikan kekaguman saat bertemu kembali dengan sepupu yang kini tampil menawan. Hal ini sering kali memicu diskusi lama yang kembali hangat: bolehkah rasa kagum itu berlanjut ke pelaminan? Di tengah perdebatan mengenai kedekatan kekerabatan, bagaimana sebenarnya kacamata hukum Islam memandang pernikahan antar sepupu?


